7 Sebab Utama Kegagalan Usaha Ternak Lele!

7 Sebab Utama Kegagalan Usaha Ternak Lele!

Peluang Usaha Ternak Lele yang Menggiurkan

Usaha ternak lele merupakan salah satu bisnis yang menggiurkan. Pasalnya, hanya dengan melakukan budidaya ikan lele, Anda bisa mendapatkan hasil yang fantastis. Bahkan bisa jadi pendapatan Anda mengalahkan penghasilan pekerja kantoran.

Barangkali Anda bertanya, mengapa bisa demikian? Jawabannya simpel. Peluang usaha lele terbuka lebar. Hal ini bukan hanya omong kosong belaka sebab hampir di seluruh kota besar terdapat banyak penjual pecel lele.

Tak hanya di kota besar saja, di kota kecil usaha ternak lele tak kalah populer. Bahkan ikan lele kerap dijadikan sebagai lauk utama acara besar. Mulai dari acara syukuran, rapat, pernikahan, hingga perpisahan sekolah.

Melihat hal tersebut, tak heran jika bisnis ternak lele sangat menggiurkan. Peluangnya masihlah terbuka lebar. Belum lagi, lele mudah untuk dibudidayakan.

Keuntungan Usaha Lele

7 Sebab Utama Kegagalan Usaha Ternak Lele! 3

Sebagai seorang pengusaha, tentunya Anda mengharapkan hasil yang bagus. Dengan begitu keuntungan yang Anda dapatkan pun semakin banyak. Nah, bagi Anda yang penasaran apa saja keuntungan dari bisnis ternak lele, simak uraiannya di bawah ini.

  • Mudah

Usaha ternak lele tergolong mudah dijalankan, meskipun Anda tidak memiliki pengalaman budidaya ikan sebelumnya.

  • Murah

Dibandingkan dengan menjalankan bisnis lainnya, misalnya bisnis makanan atau minuman, budidaya ternak lele jauh lebih murah. Benihnya beragam, harganya pun murah. Tak hanya itu saja, benih ikan lele dapat dengan mudah ditemukan, baik di kota besar maupun kota kecil.

  • Cepat

Ikan lele tergolong ikan yang cepat tumbuh dan berkembang. Hal ini sangat menguntungkan bagi Anda. Di mana, hanya dalam jangka waktu sekitar 2 hingga 3 bulan saja, Anda sudah dapat balik modal.

  • Daya Tahan Ikan Lele Kuat

Bahkan dalam kondisi air kotor sekalipun, ikan lele dapat bertahan hidup dengan baik. Hal inilah yang membuat banyak orang tertarik mencoba peruntungan budidaya ternak lele.

  • Pakan Murah

Tak hanya benih ikan lele yang murah, pakan ikan lele pun terjangkau. Anda dapat memilih pakan lele sesuai dengan budget yang Anda miliki. Setiap merek memiliki kelebihannya masing-masing.

  • Keuntungan Besar

Tak dapat dipungkiri, banyak orang yang beralih menjadi pengusaha ternak lele lantaran keuntungannya yang sangat besar. Bahkan, hanya dalam sekali panen, Anda bisa meraih omzet hingga puluhan juta rupiah.

Dapat Anda bayangkan berapa banyak uang yang bisa Anda dapatkan jika memiliki banyak kolam penuh ikan lele? Tak heran jika beberapa pengusaha ternak ikan lele berhasil menjadi miliuner hanya dalam jangka waktu singkat.

  • Pangsa Pasar Luas

Salah satu alasan terbesar yang membuat orang tertarik menjalankan usaha ternak lele adalah pangsa pasar yang luas. Di mana, ikan lele dapat menjangkau semua usia dan kalangan. Mulai dari anak kecil, remaja, dewasa, hingga lansia.

Penyebab Kegagalan Usaha Ternak Lele Pemula

Dengan melihat sederet keuntungan di atas, tak mengherankan jika usaha ternak lele menjadi primadona dibandingkan dengan usaha ternak ikan jenis lainnya. Namun, kendati demikian, tak semua pengusaha ternak lele berhasil.

7 Sebab Utama Kegagalan Usaha Ternak Lele! 2

Pada kenyataannya, terdapat segelintir orang yang mengalami kegagalan. Hal ini terjadi lantaran sejumlah penyebab, yang paling umum adalah terjadinya pembengkakan biaya.

Agar Anda lebih paham, simak sejumlah penyebab kegagalan usaha ternak lele di bawah ini.

  • Kolam

Tak banyak pengusaha ternak lele pemula yang menyadari bahwa kolam sangat memengaruhi perkembangan ikan lele. Lahan terbatas kerap menjadi permasalahan utama. Selain itu suhu kolam yang tidak stabil pun menyebabkan pertumbuhan lele kurang maksimal.

Jika pH air kolam tidak stabil, ikan lele akan mengalami stres yang berdampak pada hilangnya nafsu makan lele. Dampak lele yang tidak mau makan (terlebih jika usianya masih muda) akan sangat fatal, yakni kematian.

Faktor lain yang menjadi penyebab kegagalan usaha ternak lele adalah kualitas air yang digunakan. Sebaiknya hindari penggunaan air PDAM karena berdampak buruk pada kesehatan  ikan lele. Air PDAM mengandung kaporit yang menghambat pertumbuhan mikroorganisme.

  • Kualitas Benih Lele

Selain kolam, pemilihan benih lele pun sangat berpengaruh terhadap hasil akhir. Semakin baik kualitas benih ikan lele maka semakin tinggi pula persentase keberhasilan. Sebaliknya, benih ikan lele yang buruk hanya akan menyebabkan peningkatan risiko kegagalan budidaya ternak lele.

Untuk mendapatkan benih ikan yang berkualitas tinggi, belilah benih ikan di tempat khusus, bukan dari penjual ikan hias. Pilih benih ikan yang sehat, di mana ciri-cirinya sebagai berikut.

  • Benih ikan lele berasal dari budidaya ikan lele
  • Gerakan ikan lele lincah
  • Benih ikan lele sempurna, tidak ada cacat fisik
  • Ukuran benih ikan lele seragam
  • Benih ikan lele terlihat sehat dan aktif
  • Memiliki sertifikat CPIBs
  • Salah Pakan

Penyebab kegagalan budidaya ternak lele selanjutnya adalah kesalahan pada pemberian pakan. Jika Anda melakukan kesalahan sedikit saja saat tahap pembesaran, dampaknya sangat besar, yakni kerugian.

Oleh karena itu sangat penting untuk memberikan pakan ikan lele sesuai dengan jadwal. Jika lele jarang diberi makan, kesehatan lele akan terganggu dan dapat meningkatkan risiko kematian.

  • Serangan Penyakit

Meski lele tergolong ikan yang memiliki daya tahan tubuh yang kuat, tetapi karena beberapa alasan lele dapat dengan mudah terkena serangan penyakit. Salah satu penyebabnya adalah perubahan cuaca ekstem.

Adapun penyakit yang sering dialami lele, di antaranya sebagai berikut.

  • Perut kembung
  • Gatal
  • Penyakit lele sirip merah
  • Terkena jamur atau parasite
  • Cacar ikan
  • Penyakit bintik putih
  • Lele Kanibal

Budidaya ternak lele dapat mengalami kegagalan besar jika benih yang Anda budidayakan tumbuh menjadi lele kanibal. Konon, salah satu faktor penyebab lele kanibal adalah pemilihan benih ikan yang tidak sama.

Tak hanya itu saja, jenis kolam ikan pun turut memengaruhi hal tersebut. Termasuk, kurangnya pemberian pakan terhadap benih ikan lele pada tahap pembesaran. Di mana lele yang lapar bisa berubah menjadi lele kanibal dan memangsa lele lain yang lebih lemah.

  • Biaya Pakan Membengkak

Pangsa pasar lele memang luas dan menggiurkan, tetapi tak sedikit pengusaha ikan lele yang gulung tikar. Penyebabnya adalah harga pakan yang melambung tinggi. Bahkan untuk pakan dengan grade rendah pun mengalami peningkatan yang drastis.

Tak heran jika peternak lele seringkali mengeluhkan mahalnya biaya pakan lele. Sebagian peternak lainnya memilih untuk membuat pakan sendiri. Namun, tidak semua berhasil sebab tingkat kerugian masih belum dapat ditutupi.

  • Biaya Pemeliharaan Kolam Tinggi

Penyebab kegagalan usaha ternak lele selanjutnya adalah pembengkakan biaya pemeliharaan kolam. Meskipun, ikan lele dapat hidup di tempat yang kotor, tetapi kolam harus tetap dibersihkan secara berlaka. Terutama oleh pengusaha ternak lele yang menggunakan kolam tanah atau kolam semen.

Baca Juga : Cara Praktis Budidaya Ikan Lele agar Cepat Panen

Begini Cara Mencegah Kerugian Budidaya Ternak Lele

Lantas, adakah cara terbaik untuk mencegah kerugian di atas? Jawabannya ada, yakni dengan menggunakan teknologi bioflok. Teknologi bioflok sendiri berasal dari kata “bio” yang berarti hidup dan “flok” yang artinya gumpalan hidup.

Singkatnya, teknologi bioflok adalah pembiakan ikan lele dengan jalan menumbuhkan mikroorganisme di dalam air. Di mana, kotoran yang berasal dari ikan akan diolah menjadi makanan alami bagi ikan.

7 Sebab Utama Kegagalan Usaha Ternak Lele! 4

Teknologi bioflok diklaim lebih untung ketimbang cara pembiakan ikan tradisional. Teknlogi ini pun lebih praktis karena menggunakan kolam bundar bioflok. Tak heran jika sebagian besar peternak ikan  lele lebih memilih teknologi bioflok.

Agar Anda lebih yakin, simak kelebihan kolam terpal bulat ketimbang kolam semen, kolam tembok,  maupun kolam tanah.

  • Hemat Lahan

Salah satu keunggulan kolam terpal bulat adalah hemat lahan. Tak sedikit orang yang mengurungkan niatnya untuk menjalankan budidaya ternak lele lantaran memiliki lahan sempit. Namun, dengan teknologi bioflok masalah ini dapat diatasi dengan mudah.

Bahkan di lahan yang sempit sekalipun, misalnya pekarangan belakang atau garasi yang tidak terpakai, Anda dapat membuat kolam terpal.

  • Kapasitas Besar

Selain dapat dibuat di mana saja, kolam terpal bulat pun sanggup menampung lebih banyak benih ikan ketimbang jenis kolam lainnya. Sebagai contoh, kolam terpal dengan diameter dua meter dapat menampung sekitar dua ribu ikan lele.

Bayangkan jika kolam terpal yang Anda buat semakin besar? Tentunya, ikan yang dapat ditampung semakin banyak.

  • Tingkat Kematian Rendah

Keunggulan kolam terpal lainnya adalah tingkat kematian ikan yang rendah. Ikan yang hidup di lingkungan ini tidak mudah stres dan terserang penyakit. Ikan pun dapat dengan leluasa bergerak ke sana ke mari.

  • Kualitas Ikan Lebih Baik

Ikan lele yang dibudidayakan di dalam kolam terpal bulat memiliki rasa yang jauh lebih lezat. Daging ikan lebih tebal, tidak berbau lumpur atau tanah. Ikan pun lebih bersih dengan ukuran yang seragam.

  • Mudah Dibersihkan

Jika kolam semen dan tanah memerlukan perawatan secara berkala, lain halnya dengan kolam terpal. Anda tidak perlu sering membersihkan kolam ini, cukup sesekali saja. Anda pun tak perlu repot untuk membersihkannya sebab kolam terpal dilengkapi dengan lubang pembuangan air.

Jika air kolam sudah sangat kotor dan dirasa kurang baik untuk pertumbuhan ikan, Anda hanya perlu membuka lubang pembuangan air. Lalu tambahkan dengan air bersih. Sangat praktis, bukan?

  • Panen Ikan Sangat Praktis

Waktu panen adalah saat yang paling dinanti peternak ikan. Namun, sayangnya masih banyak peternak yang mengeluhkan repotnya panen ikan. Tak perlu khawatir, dengan kolam terpal, Anda tak akan mengalami hal ini. Justru sebaliknya, panen ikan jauh lebih cepat dan praktis.

  • Mudah dikelola

Setelah panen selesai, umumnya kolam terpal akan dibersihkan. Jika kolam tanah memerlukan waktu hingga seminggu agar benar-benar kering, kolam terpal hanya membutuhkan waktu dua hari saja. Setelahnya, kolam terpal dapat kembali digunakan.

Panduan Lengkap Budidaya Ternak Lele Bioflok

Bagi Anda yang tertarik untuk mencoba peruntungan dalam budidaya ternak lele, ada beberapa hal yang wajib Anda perhatikan sebelum mengadopsi teknologi bioflok.

7 Sebab Utama Kegagalan Usaha Ternak Lele! 1

  • Kolam Terpal Lele Bioflok

Sebelum memulai budidaya ikan lele, Anda wajib membuat kolam terpal bundar. Anda dapat menyesuaikan jumlah kolam dengan ukuran lahan yang Anda miliki. Semakin luas lahan tersebut maka semakin banyak kolam yang dapat dibuat.

Dalam satu kolam yang berukuran 1 m3, jumlah ikan yang dapat ditampung mencapai 1000 ekor. Jika Anda ingin mendapatkan hasil yang fantastis saat panen berlangsung, buatlah beberapa kolam lainnya.

Untuk pembuatan kolam terpal pun tak begitu sulit. Anda dapat membuatnya sendiri menggunakan bambu atau potongan besi. Namun, jika dirasa terlalu sulit, Anda dapat meminta bantuan pada jasa pembuatan kolam terpal.

  • Air

Setelah kolam terpal siap, langkah selanjutnya adalah mengisi kolam dengan air hingga ketinggian 100 cm. Biarkan kolam selama semalaman. Di hari selanjutnya, Anda harus menaburkan probiotik sebanyak 5 ml/m3 ke dalam kolam terpal. Hal ini dimaksudkan agar pertumbuhan mikroorganisme sempurna.

Selain itu, probiotik pun dapat membuat air menjadi lebih sehat bagi ikan. Untuk mendapatkan probiotik, Anda bisa membelinya langsung di toko khusus ikan, toko pertanian, ataupun melalui online.

Pastikan untuk membiarkan kolam terpal selama satu minggu lamanya sebelum digunakan untuk budidaya ikan lele. Jika dalam waktu tersebut mikroorganisme belum berkembang sempurna, tunggu hingga hari ke sepuluh.

  • Penebaran Benih Ikan Lele

Jika kolam ikan sudah siap maka yang perlu Anda lakukan adalah menebar benih ikan lele. Setelah melakukan proses ini, jangan lupa untuk menambahkan probiotik sebanyak 5 ml/m3 di hari berikutnya.

  • Merawat Ikan Lele

Hal yang paling menyenangkan dalam budidaya ikan lele adalah perawatannya yang sangat mudah. Di mana Anda tidak harus merawatnya setiap hari, melainkan cukup setiap sepuluh hari sekali.

Proses merawat benih ikan lele pun mudah, yakni cukup berikan probiotik dengan takaran yang tepat. Anda pun dianjurkan untuk menambahkan ragi tempe di pagi hari dan dolomit (cukup diambil airnya saja) di malam hari.

Cara ini akan membuat pertumbuhan benih ikan lele maksimal. Alhasil, lele pun lebih sehat dan cepat besar. Tak hanya itu saja, hasil panen pun akan melimpah ruah.

  • Pemberian Pakan

Seperti yang Anda ketahui, pemberian pakan lele sangat penting bagi tumbuh kembangnya. Jika Anda melewatkan sekali saja waktu pemberian pakan, lele yang masih dalam tahap pertumbuhan dapat mengalami stres. Jika dibiarkan tidak menutup kemungkinan lele akan mengalami kematian.

Selalu gunakan pakan yang berkualitas agar lele tumbuh dengan maksimal. Pakan lele yang bagus juga memengaruhi kualitas dan rasa lele itu sendiri.

  • Panen

Pada bulan kedua atau ketiga, biasanya lele sudah dapat dipanen. Di saat ini, yang perlu Anda lakukan adalah mengurangi air kolam. Caranya, buka saluran air dan sisakan sedikit air. Ambil ikan lele dengan alat khusus penangkap ikan.

Hindari menggunakan alat-alat yang membahayakan keselamatan lele, misalnya saja membuat kulit lele tergores ataupun terluka.

  • Distribusi Ikan Lele

Setelah proses panen selesai. Anda bisa langsung mendistribusikan ikan lele. Misalnya saja menjualnya langsung di pasaran, mengolahnya menjadi makanan siap saji, atau aneka camilan yang kaya gizi.

Untuk memperluas jaringan pemasaran, pastikan untuk melakukan jurus jitu marketing. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan media sosial yang Anda miliki.

Semakin luas jaringan Anda, semakin terbuka pula pintu kerja sama dengan pihak lainnya, seperti warung makan seafood, rumah makan, kafe, supermarket, pedagang pecel lele, hingga pengecer di pasar tradisional.

Demikianlah informasi mengenai usaha ternak lele bioflok berikut dengan penyebab kegagalan ternak lele. Dengan informasi ini diharapkan Anda dapat menekan risiko kerugian. Semoga bermanfaat. Jangan lupa share, ya!