Budidaya Ikan Lele

Cara Praktis Budidaya Ikan Lele agar Cepat Panen

Lahan Budidaya Ikan Lele

Budidaya ikan lele di kolam terpal merupakan salah satu usaha yang paling diminati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Lihat saja berapa banyak warung pecel lele di pinggir jalan yang selalu laris manis diburu konsumen.

Selain rasanya yang lezat, ikan lele pun kaya akan gizi. Tak heran jika permintaan pasar akan ikan lele sangat tinggi. Alhasil, banyak orang yang tergiur untuk menggeluti usaha budidaya ikan lele bioflok.

Sebelum lanjut, ada baiknya anda baca panduan budidaya lele terlebih dahulu

Cara budidaya ikan lele di kolam terpal bagi pemula yang terbaik adalah menggunakan metode kolam terpal dan menggabungkannya dengan teknologi bioflok. Kolam terpal hadir sebagai lahan alternatif untuk budidaya ikan lele.

lahan budidaya ikan lele

Barangkali Anda bertanya-tanya, apa yang menjadikan kolam terpal sebagai media terbaik untuk budi daya ikan lele? Untuk mengetahui jawabannya, simak uraian di bawah ini.

A. Dapat Dibuat Di mana Saja

Kelebihan dari kolam terpal adalah dapat dibuat di mana saja. Anda tidak harus memiliki tanah yang luas. Hanya dengan pekarangan dengan luas terbatas pun, kolam terpal dapat dibuat.

B. Menampung Lebih Banyak Ikan

Kolam terpal bulat lebih banyak menampung banyak benih ikan ketimbang kolam berbentuk kotak.Di mana kolam kotak memiliki sudut mati, sedangkan kolam terpal tidak demikian.

Tak ayal, kolam terpal dapat menampung lebih banyak ikan. Contohnya, ukuran kolam terpal dengan diameter satu meter dapat digunakan untuk beternak seribu ekor ikan lele. Menggiurkan bukan?

C. Menekan Tingkat Kematian Ikan

Ketimbang kolam kotak, kolam terpal bentuk bulat tidak membuat ikan stres ataupun kesulitan bergerak. Tidak adanya sudut mati menjadi keuntungan tersendiri bagi kelangsungan budidaya ikan lele.

Ikan lele pun jauh lebih sehat karena terus bergerak. Secara tidak langsung kolam terpal pun dapat mencegah terjadinya kanibalisme di antara ikan lele.

Tak hanya itu saja, di kolam terpal jarang bersarang hama penyakit yang mengancam kelangsungan hidup ikan lele.

D. Kualitas Ikan Semakin Baik

Percaya atau tidak, kualitas ikan lele yang dikembang biakan di dalam kolam terpal memiliki kualitas yang lebih baik.Rasanya lebih lezat, dagingnya tidak berbau tanah atau lumpur, badan ikan lebih bersih, ukurannya pun seragam.

E. Mudah Dibersihkan

Kolam terpal sangat mudah dibersihkan karena ada lubang pembuangan air yang dapat dibuka atau ditutup kapan pun. Jika kondisi air sudah tidak bagus untuk pertumbuhan ikan, Anda bisa segera membersihkan kolam terpal tanpa kerepotan.

F. Panen Mudah

Pernahkah Anda kelimpungan atau kesulitan saat memanen ikan lele? Hal tersebut tidak akan Anda alami jika menggunakan kolam terpal. Proses panen ikan lele lebih mudah.

G. Pengelolaan Praktis

Umumnya, kolam tanah membutuhkan waktu sekitar dua hingga tujuh hari untuk proses pengeringan. Sementara kolam terpal hanya membutuhkan waktu satu sampai dua hari saja.Setelah itu kolam dapat digunakan kembali.

Dengan kemudahan tersebut, kesehatan ikan lele pun semakin meningkat. Jangan terkejut jika hasil panen budidaya ikan lele melimpah ruah.

Melihat berbagai keunggulan kolam terpal dari berbagai aspek. Tak heran jika metode kolam terpal banyak diminati oleh pengusaha ternak ikan.

Baca Juga | Meraih Keuntungan Berlipat Dari Bisnis Lele  Kolam Terpal

Macam Macam Kolam Terpal Budidaya Ikan Lele

Sebelum membuat kolam terpal, ada baiknya untuk mengetahui jenis kolam terpal yang bisa dipilih. Di pasaran, ada dua jenis kolam terpal, yakni kolam terpal di bawah permukaan tanah dan kolam terpal di atas permukaan tanah.

Masing-masing jenis, memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri. Agar lebih jelas, silakan simak uraian berikut ini.

1. Kolam terpal di bawah permukaan tanah

Budidaya ikan lele kolam terpal tanah
Credit : ikan.info

Kelebihan kolam terpal di bawah permukaan tanah adalah tidak mudah rusak.  Konstruksinya lebih kuat. Suhu airnya stabil, pengisiannya pun mudah dilakukakan.

Meski begitu, kolam terpal di bawah permukaan tanah rentan terkena banjir, rawan predator, saluran outlet sulit dibuat, dan biaya pembuatan lebih besar.

2. Kolam terpal di atas permukaan tanah

budidaya lele kolam terpal

Kolam terpal ini dibuat di atas permukaan tanah. Praktis dan mudah dibuat. Ikan pun tidak mudah lepas. Kolam terpal di atas permukaan tanah tidak mudah terkena banjir. Panen ikan lele pun lebih mudah. Investasi untuk kolam terpal ini tergolong minim, sangat bersahabat.

Lantas material apa saja yang cocok digunakan untuk membuat kolam terpal?

A. Kayu atau Bambu

budidaya ikan lele kolam terpal bambu
Credit : bandarikangadog.com

Bahan ini mudah untuk didapatkan, harganya murah, biaya pemasangan terjangkau, praktis, dan cocok digunakan untuk lahan terbatas.

B. Besi

Budidaya ikan lele kolam terpal rangka besi

Kerangka besi jauh lebih kuat dan kokoh sehingga kolam terpal tidak mudah rusak. Material ini pun dapat digunakan di areal sempit.

Jika anda membelinya, maka proses pemasangan kolam terpal dengan material ini tidaklah memakan waktu yang lama. Biaya yang dikeluarkan relatif lebih relatif lebih murah jika dibandingkan dengan kolam tembok atau kolam beton.

Adapun besi yang digunakan untuk pembuatan kolam terpal ini pun biasanya sudah dilapisi dengan cat anti karat sehingga tidak perlu khawatir tentang keadaan terpal. Selain itu, untuk menjaga keamanan terpal, setiap kolam biasanya dilapisi dengan talang terpal agar terpal yang melekat pada kolam tidak bersentuhan langsung dengan besi atau kerangka kolam.

C. Pipa

budidaya ikan lele kolam terpal bambu
Source : kaskus.co.id

Jika pipa dibuat dengan anyaman yang rapat, material ini kuat untuk menopang kolam terpal berisikan ribuan ikan. Serupa dengan bahan lainnya, pipa pun praktis digunakan untuk membuat kolam terpal.

Kekurangan kolam terpal jenis ini adalah proses pembuatannya yang sulit. Jika anyaman pipa tidak rapat, kerangka akan mudah melengkung bahkan patah.

Jenis Ikan Untuk Budidaya Ikan Lele

Setelah mengetahui macam-macam jenis kolam terpal dan material yang biasa digunakan. Kini saatnya Anda mempelajari jenis-jenis ikan lele. Tujuannya, agar budidaya ikan lele dapat berjalan lancar, sesuai harapan Anda sebagai peternak ikan lele.

Adapun jenis ikan lele yang paling banyak dikembang biakkan, antara lain sebagai berikut.

1. Lele Dumbo

Ikan lele dumbo mirip dengan lele lokal, tetapi dengan tubuh yang lebih besar. Ikan ini merupakan hasil kawin silang antara ikan lele betina dari Taiwan, Clarias Fuscus dengan ikan lele jantan Clarias Mossambicus dari Kenya.

Meski rasa ikan lele dumbo agak kurang gurih ketimbang lele lokal. Namun, ikan ini kaya akan kandungan vitamin C yang berkhasiat menghaluskan kulit. Tak hanya itu saja, ikan lele dumbo pun mampu meningkatkan nafsu makan dan menetralkan asam lambung.

2. Lele Sangkuriang

Lele Sangkuriang masuk dalam jenis ikan lele unggulan. Bibitnya selalu diburu untuk budidaya ikan lele. Ikan ini merupakan hasil kawin silang antara lele dumbo betina F2 dengan lele dumbo jantan F6. Yang kemudian hasilnya dikawinkan lagi dengan lele dumbo betina F2.

Meski proses perkawinan silang tersebut agak merepotkan, tetapi lele Sangkuriang memang lebih lezat. Dagingnya padat, kandungan lemaknya rendah, rasanya gurih, dan tidak berbau lumpur. Lele Sangkuriang kaya akan omega3 yang berkhasiat untuk mencerdaskan otak.

Dari segi pembiakan, lele Sangkuriang memiliki daya tahan tubuh yang optimal, tidak mudah sakit, kemampuan bertelur, dan daya tetes telurnya jauh lebih tinggi ketimbang lele dumbo. Asyiknya, masa panen ikan lele Sangkuriang lebih cepat, yakni berkisar dua puluh hingga dua puluh lima hari saja.

3. Lele Phyton

Lele Phyton merupakan hasil perkawinan antara lele betina asal Thailand dengan lele dumbo jantan. Ikan ini mudah untuk beradaptasi, pertumbuhan lebih cepat, tingkat hidup tinggi, dan lebih tahan terhadap serangan atau hama penyakit.

Banyak pengusaha budidaya ikan lele yang memilih ikan jenis ini karena rasanya sangat gurih, rendah lemak, dan teksur dagingnya empuk.

4. Lele Masamo

Bisa dibilang bentuk ikan lele Masamo sangat unik.Ikan ini memiliki kepala yang lonjong dan runcing, badannya panjang kehitaman, ada tonjolan di bagian tengkuk kepala, dan bintik-bintik di sekujur tubuh.

5. Lele Lokal

Sesuai dengan namanya, lele ini merupakan ikan asli Indonesia. Ikan ini memiliki rasa daging yang enak, gurih, dan sedikit lemak. Ikan lele lokal banyak digunakan sebagai bahan baku aneka masakan.

Pembibitan Budidaya Ikan Lele

bibit budidaya ikan lele
Credit : infoikan.com

Yang tak kalah penting dari proses budidaya ikan lele adalah pembibitan. Umumnya, peternak ikan lele akan berfokus pada salah satu jenis satu. Misalnya, lele dumbo atau lele lokal. Hal ini dilakukan agar budidaya ikan lele cepat panen dan maksimal.

Untuk pembibitan ikan lele, ada sejumlah tahapan yang harus dilalui, di antaranya:

A. Pemilihan Induk

Pilih calon indukan yang memiliki ukuran antara lima hingga sepuluh centimeter. Pilih ikan lele yang unggul. Cirinya adalah tidak cacat, aktif bergerak, bentuk tubuh bagus, gerakan lincah, dan terlihat sehat.

B. Pemijahan Ikan

Tahap selanjutnya ialah pemijahan ikan.Metode pemijahan ini bisa dilakukan secara alamiah atau intensif alias membutuhkan bantuan manusia, seperti menggunakan hormon buatan, hipofisa, atau in vitro.

C. Pemeliharaan Larva

Usai proses pemijahan, Anda harus memisahkan larva dengan induk ikan lele. Untuk menjaga larva, pastikan agar kualitas airnya baik, bersih, dan suhunya pas, yakni berkisar antara 28 sampai 29 derajat celcius.

D. Pendederan Benih

Tahap berikutnya adalah pendederan benih ikan lele. Proses ini sangat penting dalam usaha budidaya ikan lele karena berpengaruh terhadap hasil panen nantinya.

Biasanya, saat proses pendederan berlangsung, pembenihan ikan dilakukan di kolam kecil yang terjaga, baik suhunya maupun kualitas airnya.

Pembesaran

pembesaran budidaya lele
Credit : suyanasmart.com

Sebenarnya, ada dua poin penting yang wajib Anda perhatikan dalam membesarkan ikan lele. Yang pertama adalah pengelolaan air.

Air merupakan habitat ikan lele. Anda harus menjaga kebersihan kolam ikan, kondisi air pun harus stabil tenang, dan tergenang.

Demi menjaga kestabilan pH air kolam, hindari untuk menggunakan metode sirkulasi selama proses pengurasan. Sebelum waktu panen, tidak perlu melakukan pergantian air.

Yang kedua, adalah pemberian pakan ikan lele. Di pasaran ada banyak jenis pakan, mulai dari palet, keong mas, cacing, dan plankton. Apapun pilihan Anda, yang terpenting adalah waktu pemberian pakan tetap.

Dalam satu hari, beri pakan ikan lele sebanyak lima hingga enam kali dengan rentang waktu antara dua sampai tiga jam. Sebaiknya hindari memberi pakan lele sebelum matahari bersinar dan di saat hujan turun.

Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk membesarkan ikan lele hingga siap panen adalah dua hingga tiga bulan.

Panen

masa panen budidaya ikan lele
Credit : ptnasa.net

Waktu panen adalah saat yang paling dinanti oleh pengusaha budidaya ikan lele. Setelah menunggu selama berbulan-bulan, Anda akan meraih hasil perjuangan selama ini.

Dalam memanen ikan lele, cara tercepat dan aman ialah dengan menyurutkan air kolam lalu gunakan serokan khusus atau jaring untuk menangkap ikan lele. Masukkan ikan lele ke dalam wadah plastik.

Sangat penting untuk memastikan bahwa peralatan memanen menggunakan material plastik supaya ikan lele tidak mengalami luka lecet.

Tips Pemasaran

pemasaran Budidaya ikan lele
Credit : pontianak.tribunnews.com

Budidaya ikan lele memang menggiurkan, tetapi tanpa pemasaran yang tepat usaha Anda bisa saja tidak berkembang. Nah, agar lele Anda laris di pasaran, gunakan teknik pemasaran sederhana di bawah ini.

1. Tawarkan Lele pada Pedagang

Di kota besar banyak berdiri warung pecel lele di sepanjang jalan. Anda bisa menawarkan diri sebagai pemasok ikan lele. Tentunya, dengan harga yang lebih bersahabat. Percaya atau tidak, selisih lima ratus atau seribu rupiah pun sudah membuat orang tergoda.

2. Jadi Supplier Pasar

Cara lain yang bisa Anda coba adalah mensuplai ikan lele ke pasar, baik pasar tradisional maupun modern. Permintaan pasar yang tinggi, tidak akan membuat Anda kesulitan dalam menemukan target market.

3. Kerja sama dengan Produsen

Sekarang ini banyak sekali makanan berbahan dasar ikan lele, sebut saja abon lele, kerupuk ikan lele, nugget lele, dendeng lele, dan siomay lele.  Anda bisa melakukan kerja sama dengan produsen makanan tersebut.

Beri penawaran yang bagus, saling menguntungkan sehingga mereka bersedia bekerja sama dengan Anda.

4. Tawarkan pada Restoran

Tak dapat dimungkiri, lele sangat disukai oleh berbagai kalangan. Keuntungan ini bisa menjadi peluang yang bagus bagi Anda yang ingin mengembangkan sayap bisnis budidaya ikan lele, yakni menawarkan kerja sama pada restoran.

5. Olah Sendiri

Anda pun bisa mendapatkan keuntungan dobel dari mengolah hasil budidaya ikan lele. Olah ikan lele sebagai makanan siap saji, semisal lele goreng sambal tomat, penyet ikan lele, lele bakar madu, atau ikan lele kuah kuning.

Bisa juga Anda jadikan camilan sehat, seperti lele crispy, kerupuk lele, atau abon ikan lele original dan pedas.

Ternyata, budidaya ikan lele tidak sesulit yang dibayangkan bukan? Dengan mengikuti langkah dan tips di atas, Anda bisa meraih jutaan hingga puluhan rupiah dari hasil budidaya ikan lele.

Selain dijual, ikan lele pun dapat Anda konsumsi sendiri bersama keluarga tercinta. Sangat menarik bukan? Yuk, budidaya ikan lele!

Baca juga | Panduan Lengkap Budidaya Lele Dengan Kolam Terpal Sistem Bioflok

Bagi anda yang ingin membeli kolam terpal  untuk budidaya ikan lele agar hasil bertambah hingga lima kali lipat, kami menyediakan kolam terpal berkualitas tinggi dengan berbagai Macam Bentuk dan Ukuran.

Hubungi kami di :

Telefon            : +6281259311689

Whatsapp       : 081259311689

Email               : cs.juraganterpal@gmail.com

Official web    : juraganterpal.com